Blog

Teruntuk Nenekku Tersayang, yang Kini Sudah Bahagia di Surga

Apa nenek baik-baik saja di sana? macam mana paras nenek kini? Apakah sedang sesuai serupa tengah selagi bercengkerama denganku buat benarng terakhir kalinya? betulh, saya mohon nenek selagi tersenyum menatapku dikawani para malaikat kedewaan.

semenjak kepergian nenek, terlihat banyak perihal yang terjalin di mayapada ini. saya kini telah jadi cewek berumur. saya telah tidak hobi memerap maupun bermanja-manja. saya serta telah menuntaskan studiku serta saat ini selagi berjuang menyelidiki karir sendiri. amat, saya hendak nenek sedang terlihat di mari. sebagai saksi perkembangan dan perjalananku sampai saya jadi cewek berumur serupa kini ini.

saya kangen belaian tangan nenek yang membelai halus rambutku. kangen serta dengan candaan mudah yang senantiasa nenek lontarkan. malahan, saya serta ribang kala nenek berikan pengarahan yang itu-itu saja maupun kisah waktu baru nenek yang senantiasa diulang-ulang.

Ah, andaikan saja nenek sedang terlihat di mari. Kita tentu sedang mampu bersama berganti kisah. Nenek tentu bakal meriwayatkan balik stori tengah Indonesia sedang dijajah, maupun saya bakal mengarahkan nenek macam apa teknik mengenakan gadget. barangkali.

Nenek ialah bagian berarti dari waktu kecilku. saya sedang ingat macam apa dulu kita kerap menghabiskan saat

Nek, sedang ingatkah dulu nenek hobi membakalkan saya serta adik-adikku pakaian? betul, pakaian yang nenek jahit sendiri. malahan, nenek sudi terpelihara sampai larut atas menuntaskan satu stel pakaian. Nenek senantiasa memperdapatkan kita menyeleksi sendiri corak kain sampai tiruan pakaian yang kita senangi. Tidak cukup buat mencanai kemampuan menyambung yang nenek punya, namun sekalian selaku pelaksanaan rasa buah hati nenek pada kita.

saya serta sedang ingat tengah hari libur sampai, saya serta adik-adik senantiasa gembira tengah menghabiskan saat buat menginap di rumah nenek serta terkumpul bersama dengan saudara yang ada. Nenek tidak sempat alpa mempersiapkan pertunjukkan, dari kemilan sampai mbakal malam. cemilan yang nenek buat senantiasa nikmat gara-gara terbuat dengan tingkatan kasih buah hati yang cocok. serupa situasinya dengan olahan yang nenek mencampur, menciptakan mulut ini tidak menyudahi kunyah.

malahan, tidak cukup sesaat libur saja, rumah kakek-kakek serta nenek senantiasa yang jadi tujuan pokok tengah papa serta ibu selagi repot bertindak serta patut menitipkan saya serta adik-adik buat selagi. saya tidak ketahui macam apa peruntungan kita tanpa terdapatnya kakek-kakek serta nenek. masa saya jatuh sakit nenek serta senantiasa ingin merawatku, menukar ibu yang memanglah selagi kelimpulagan dengan karier.

Ah, alangkah indahnya waktu itu. periode tengah saya sedang mampu bermanja-manja dengan kakek-kakek serta nenek.

akan tetapi, tengah saya beranjak pemuda serta berumur, saya mulai padat jadwal dengan dunisaya sendiri. saya pula mulai sedikit mendatangimu

Sekian saya beranjak pemuda, saya makin dipadat jadwalkan dengan bermacam aktivitas dan banyaknya kanti yang saya punya. saya kian sedikit mengunjungi nenek. saya lebih menyeleksi berdiskusi tentang rumor terkini bersama teman dari bercengkerama bersama nenek mendiskusikan nostalgia stori hidup nenek maupun kakek-kakek.

Kesibukanku pula makin jadi. maupun lebih akuratnya banyak aktivitas yang kubuat sendiri. masa saat terkumpul keluarga sampai saya lesu beralih dari layar gadgetku. saya sangat karam di dalam mayapadaku sendiri, saya mengerti nenek tentu kecewa. Nenek pedih gara-gara posisi nenek dengan gampang tergantikan oleh mayapada maya yang justru tidak jelas.

betul, nenek makin merasa dibiarkan . saya justru kerap membiarkan memo ibu serta papa jika nenek kangen serta hendak berjumpa. saya berasumsi umur nenek tentu sedang jauh akibatnya tidak kasus apabila saya menghabiskan saat atas terkumpul bersama kanti sejenak. Toh, sedang terlihat cucu nenek yang yang ada yang kerap tampak datang. akan tetapi, pertaksiranku salah, umur nenek tidak sepanjang yang ku kira.

Ah, maafkan saya, nek. Dulu saya yang sedang kecil sedang belum mengerti alangkah sakitnya diabaikan.

Hari itu alhasil sampai. Hari dimana kesembuhan nenek mulai menyusut serta cukup mampu tergolek di atas pembaringan

saya senantiasa mengutuki hari itu. saya tidak sempat menginginkan hari itu bakal terlihat di hidupku. betul, hari dimana kesehatan nenek mulai menyusut. saya makin mampu menatap dengan jelas jejak goresan menua di muka nenek. Nenek tidak lagi terlihat sehat serta mampu membuatkan kita kemilan. Nenek lebih banyak tergolek lesu di atas pembaringan. malahan, saya serta saudara-saudarsaya patut kaya di tepi kasur nenek atas mampu bercengkerama.

masa nenek tergeletak lesu, saya mulai mendapati jika saya tidak memakai saat pertemuan kita di mayapada dengan sebaik-baiknya. saya membuang waktu yang bermakna cukup atas bersenang-senang bersama kanti maupun justru sibuk berkutat dengan dunia maya yang dirasa kurang mesti.

Maafkan saya nek, saya berambisi diberi peluang sekali lagi buat mengganti tabiatku. kalau mampu, saya hendak sekali lagi balik ke waktu terus atas mampu mengulang waktu kala nenek sedang terlihat.

saat ini cukup bersemayam rasa pedih serta menyesal yang sedang tersisa

Sampai detik ini pun saya sedang mengutuki diri sendiri. saya sedang menyesal mengapa saya tidak senantiasa kaya di tepi nenek. mengapa saya menyeleksi membiarkan dari menemani? betul, boleh jadi rasa sesal lah yang saat ini jadi sirine penunjuk jika saya tidak boleh membiarkan lagi orang-orang kebuah hatian di dalam hidupku.

Ah, ya nek, taukah jika adakala saya serta senantiasa iri hati apabila terlihat satu 2 kanti yang sedang mempunyai seseorang nenek sampai detik ini? betul, saya iri hati dengan koneksi mereka, mengapa mereka sedang mempunyai nenek serta nenekku telah dipanggil terlebih awal?

memandang koneksi kawanku dengan nenek mereka membuatku kangen pada bayangan yang sempat kita lalui bersama. kesan kala kita bersama mengasih kisah, maupun kala nenek senantiasa mengikuti kemauanku dengan senantiasa membelikan mainan serta barang-barang yang kuinginkan. Ah, bayangan bersama nenek tidak bakal sempat terlihat habisnya apabila kutuangkan seluruhnya di suratku ini.

namun asal nenek ketahui, bayangan manis bersama nenek bakal senantiasa tersembunyi apik di lingkar kepala serta serta dalam hatiku. malahan boleh jadi, kelak kala sampai waktuku berfungsi selaku seseorang nenek, saya bakal menuruti jejak penuh watak nenek. betul, saya membiasakan banyak dari nenek, membiasakan maksudnya menerima serta menggemari dengan ikhlas.

Nek, saya belum sempat sekalipun menjelaskan perasaanku pada nenek, jika aku memuja-muja serta meminati nenek. Ya, rasa ini belum sangat jelas kurasakan kala usiaku sedang dini, lamun kini aku ketahui tentu jika nenek telah berjasa memberikan waktu kecil yang menggembirakan bagiku.

“Aku betul sayang nenek. Ku mohon esoknya kita akan terkumpul bersama lagi di kedewaan.”

Dariku,

cucumu yang telah amat mengharapkan.

 

Editor : download lapak303